1.
Sujud Sahwi
·
Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilakukan jika
terjadi kelupaan atau keraguan dalam melakukan shalat.
·
Bacaan dari sujud
syahwi adalah :
‘’SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WA LAA
YASHUU.”
Artinya: ‘’maha suci Dzat yang tidak pernah tidur dan lupa"
·
Cara melakukan:
Tata
cara sebelum salam:
v Setelah
membaca Tahiyat akhir, dilanjutkan sujud dengan melakukan takbir dan membaca bacaan
sujud sahwi.
v Kemudian
bangkit disertai mengucap takbir.
v Duduk
sebentar, lalu takbir dan sujud lagi.
v Kemudian
salam
·
Tempat melakukan
v Dirumah
v Dimasjid
·
Dasar hukum sujud sahwi
1.
HR.
Ahmad. Abuu Daud dan Ibnu Majah
Artinya : ‘’jika seseorang diantara kamu
berdiri dari rakaat kedua dan belum sempurna berdirinya hendaklah ia duduk,
tetapi jika sudah sempurna berdiri maka janganlah duduk tetapi hendaklah sujud
sahwi dua kali’’.
2.
HR. Muslim 1: 400
Artinya: ‘’Dan
apabila seseorang diantara kalian syak
(ragu-ragu) didalam
shalatnya, hendaklah ia pilih yang mendekati benar, lalu ia sempurnakan
menurut pillihan itu. Kemudian hendaklah ia sujud dua kali.’’
2.
Sujud Tilawah
·
Saya melakukan sujud tilawah karena
saya membaca QS.Al-Alaq :19 yang termasuk ayat sajadah.
·
Bacaan dari sujud tilawah adalah:
سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَبِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
“Sajada wajhii lil-ladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa
sam‘ahu wa basharahu wa bi haulihi wa quwwatihi”
Artinya: ‘’Aku sujud kepada Zat yang
menciptakan diriku, Zat yang membukakan pendengaran dan penglihata dengan
kekuasaan-Nya. Maha Mulia Allah, sebaik-baiknya Zat yang menciptakkan.’’ (HR.TARMIZI)
·
Cara melakukan:
a.
Saat membaca
Al-Qur’an:
v Menghadap kiblat.
v Bertakbir sambil berniat dalam hati (niat sujud tilawah).
v Bersujud satu kali sambil membaca bacaan sujud tilawah.
v Bangun dari sujud (duduk diantara dua sujud) kemudian salam.
·
Tempat melakukan:
v Di masjid
v Di rumah
·
Dasar hukum sujud tilawah
1. عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ رُبَّمَا قَرَأَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَيَمُرُّ بِالسَّجْدَةِ فَيَسْجُدُ بِنَا حَتَّى ازْدَحَمْنَا عِنْدَهُ حَتَّى مَا يَجِدُ أَحَدُنَا مَكَانًا لِيَسْجُدَ فِيْهِ فِي غَيْرِ صَلاَةٍ. [رواه مسلم].
Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Pernah
Nabi saw membaca al-Qur’an lalu bertemu dengan ayat sajdah, kami bersama-sama
beliau sujud, sehingga kami berdesak-desakan di sekitarnya, sehingga di antara
kami ada yang tidak mendapatkan tempat sujud. Hal ini bukan di dalam shalat.”
[HR. Muslim].
2. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ اِعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُوْلُ يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ اْلجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَعَصَيْتُ فَلِي النَّارُ. [رواه أحمد ومسلم وابن ماجه].
Artinya:
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka menyingkirlah
syaithan dengan menangis berkata: Sungguh celaka, manusia diperintah sujud lalu
ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah sujud tetapi aku
membangkang, maka bagiku neraka.” [HR.
Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah].
3. Sujud
Syukur
·
Saya melakukan sujud
syukur karena saya diberi hadiah tas.
·
Do’a sujud syukur:
‘’Subhaanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar.Rabbanaa
Aatina Fiddunyaa hasanah waa fil aakhirati hasanah waa qinaa
‘azabannar.Allahumma Shalli alaa
Sayyidinaa Muhammad waa alaa aalihii washohbihii azma’iin”.
Artinya: ‘’Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha
Besar.Ya
Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.Ya Allah semoga salawat senantiasa
tercurahkan atas Nabi Muhammad SWA, keluarga, dan para sahabatnya’’.
·
Cara melakukan:
v Menghadap
kiblat
v Niat
untuk syukur
‘’nawaitu sujuudasysyukuri
lillahi ta’alaa’’
v Kemudian
sujud seperti sujud dalam shalat
v Kemudian
duduk kembali
v Salam
·
Sujud syukur dilakukan dimana saja.
·
Dilakukan ketika mendapat kenikmatan dari Allah SWT,terhindar dari mara
bahaya.
·
Dilakukan di luar shalat.
·
Dasar hukum
sujud syukur
1. عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرَ يَسُرُّهُ خَرَّ سَاجِدًا ِللهِ. [رواه الخمسة إلا النسائى].
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Bakrah ra., bahwasanya Nabi saw
apabila datang sesuatu yang menggemberikan kepadanya ia tunduk dalam keadaan
bersujud kepada Allah.”
[HR.
lima Imam Hadits kecuali an-Nasaa’i].
2. عَنْ اْلبَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ عَلِيًّا إِلَى الْيَمَنِ – فَذَكَرَ الْحَدِيْثُ – قَالَ فَكَتَبَ عَلِيٌّ بِإِسْلاَمِهِمْ فَلَمَّا قَرَأَ رَسُوْلُ اللهِ الْكِتَابَ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا ِللهِ تَعَالَى عَلَى ذَلِكَ. [رواه البيهقي وأصله في البخاري].
Artinya: “Diriwayatkan dari Al-Baraa’ bin ‘Azib ra., bahwasanya
Nabi saw telah mengutus Ali ke Yaman, – maka tersebut dalam hadits, – ia
berkata: Maka Ali menulis surat (kepada Nabi saw) yang memberitakan tentang
masuk Islamnya penduduk Yaman. Maka tatkala Rasulullah saw membaca surat itu, beliau
tersungkur dalam keadaan sujud sebagai tanda syukur kepada Allah atas peristiwa
itu.” [HR. al-Baihaqi dan asalnya
dari al-Bukhari]
0 komentar:
Posting Komentar